Ada yang berbeda ketika Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya bidang Bahasa dan Sastra Arab berbicara tentang Hari Ibu. Ketika dimintai komentar soal ibu, Prof. Dr. Hj. Juwairiyah Dahlan, MA langsung menyitir syair asy-Syauqi: “al Ummu madrasatun idza a’dadtaha syaiban thayyibal a’raq” (Ibu laksana taman pendidikan, jika dipersiapkan dengan matang).
Untuk berfungsi sebagai madrasah, seorang ibu harus memenuhi prasyarat; memiliki sifat cerdeik-cendekia, punya kesabaran ekstra dan ketabahan, serta memiliki pendidikan yang cukup. “Namun demikian, dengan berbagai kelebihan itu tak lantas menurunkan ketataannya pada suami,” tukasnya mengingatkan.
Tapi yang disayangkan putri pasangan Dahlan dan Fatimah ini, kini peran ibu sebagai madrasah bagi anak-anaknya makin terkikis. Sebab para wanita lebih suka memilih karir publik ketimbang domestik. “Berkarir itu sah-sah saja. Tapi perlu dipilih mana yang masih memungkinkan untuk tetap bisa merawat dan mendidik anak,” ujarnya. “Jadi, jangan sampai lebih mengutamakan karir dengan meninggalkan tanggung jawab terhadap keluarga,” tegasnya.
Sebab hilangnya tanggung jawab itulah, yang berimbas pada terjadinya kenakalan remaja. Oleh karenanya dirinya menyarankan, agar seorang ibu memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan perilaku dan sifat anaknya. “Makanya seorang ibu itu dituntut untuk mendalami agama. Jika hal ini bisa teraih, tentu keluarga akan terselamatkan,” paparnya. “Jadi.. antara kesabaran, keteladanan dan kontrol harus tiada henti. Dan yang terpenting lagi, seorang ibu harus berani hidup sengsara karena Allah,” tandasnya.
Juwairiyah Dahlan lahir di Jombang pada tanggal 29 Agustus 1954. Masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di kampung halamannya bersama neneknya Mbah Haji Asma Hasyim. Banyak kenangan semasa kecil yang tersimpan di memori jiwanya; memanjat pohon sawo sebelah rumah, loncat tali bersama teman-teman, lomba balap lari, dan sejuta kenangan indah lainnya.
Yang tak bisa dilupakannya, ketika dirinya harus rela berjalan tanpa alas kaki sepanjang 6 Km untuk pergi ke Madrasah Ibtidaiyah Nahdhatul ‘Ulama’ (MINU) di Tapen. “Itu terjadi sekitar tahun 1962 hingga 1965-an,” jelasnya. “Waktu di MI, hampir setiap tahun saya selalu menjadi juara kelas,” tambahnya sambil mengulum senyum.
Setelah itu dirinya melanjutkan ke PGAPNU (Pendidikan Guru Agama Pertama NU). Tapi hanya berlangsung selama satu setengah tahun. Lalu mondok ke pesantren Tambakberas. Karena nilai ijazahnya cukup bagus, langsung dimasukkan kelas 2 Tsanawiyah. Hal itu berulang kembali ketika dirinya mondok di pesantren Denanyar. Lagi-lagi karena nilai rapornya bagus langsung dimasukkan ke kelas 2 Aliyah.
Sejak remaja, istri (Purn.) Kol. Drs. HA. Fauzie, SH ini memang dikenal sebagai gadis yang cerdas. Bayangkan, ketika dirinya diminta mewakili kelasnya dalam lomba membaca kitab, pidato bahasa Arab dan Inggris, dia tampil sebagai juara pertama dalam tiga cabang lomba tersebut. “Saya merasa sebagai orang bodoh yang kebetulan saja selalu beruntung,” kilahnya merendah.
Saat nyantri di Denanyar inilah, ibu tiga anak ini selalu shalat berjamaah di samping kanan Bu Nyai. Lantaran cakap dalam al-Qur’an, dirinya kerap didapuk Bu Nyai sebagai badal untuk mengajarkan al-Qur’an. “Yang menggembirakan hati, seusai mengaji saya selalu memperoleh sebungkus nasi goreng dari Bu Nyai,” kenangnya.
Yang unik, pada tahun 1967 sebenarnya dirinya sempat memiliki ijazah UGA (Ujian Guru Agama) saat di Tambak beras. Tapi ijazah itu baru diketahuinya sekitar tahun 2003 lalu. Lho? “Barangkali ayah menyimpannya karena khawatir kalau saya tahu akan memilih mengajar ketimbang meneruskan kuliah,” paparnya memberikan alasan.
Terbukti, kemudian dia melanjutkan kuliah ke IAIN Sunan Ampel Surabaya. Meski awalnya merasa minder, berkat ketekunannya belajar akhirnya berhasil menyelesaikan Sarjana Mudanya. Padahal waktu itu dua pertiga teman sekelasnya tidak lulus. Karena proses menjadi sarjana penuh itu lama, di tengah penantiannya itulah dirinya lantas menikah sambil ikut mengajar di lab bahasa Arab IAIN Sunan Ampel. “Honornya seratus rupiah setiap pertemuan. Uangnya waktu itu masih bentuk recehan,” ucapnya sambil tertawa lirih.
Lantaran bersuamikan seorang perwira AL, dirinya sering ditinggal bertugas ke luar negeri. Untuk mengisi kekosongan waktu, dirinya diperkenankan untuk melanjutkan S2 di IAIN Sunan Kalijaga dan lulus tahun 1998. Ketika minta izin untuk melanjutkan ke jenjang S3, suaminya pun mengizinkannya. ”Anak-anak saya boyong ke Jogja. Jadi saya kuliah di sana sambil momong anak,” tuturnya. “Karena jarang sekali ketemu suami, ada teman yang menganggap saya sebagai istri kedua. Ya.. hal itu saya anggap sebagai gurauan saja,” tepisnya enteng.
Pada saat menempuh S3 inilah, dirinya sempat disambar perasaan jenuh yang amat sangat. Apalagi teman-temannya sudah banyak yang selesai. Lantas rasa jenuh itu pun dihilangkannya dengan saban hari mengurung diri di perpustakaan IAIN Sunan Kalijaga. Dengan banyak membaca itulah yang membuatnya berhasil merampungkan beberapa buku; Tarikh Adab Masa Kebangkitan, Sejarah Islam di Afrika Utara, Sejarah Sastra Arab Masa Andalus, Qosim Amin sebagai Patriotisme Mesir, serta Puisi Rifa’ah Tahtawi dan Patriotisme Mesir. “Buku-buku inilah yang juga turut menghantarkan saya dalam meraih Guru Besar,” kilahnya.
Pengalaman itu pula yang membuatnya selalu ingin menulis dan terus menulis. Banyak sekali buku – baik buku ajar maupun buku umum – yang telah berhasil ditulisnya. Bahkan sebagian besar telah diterbitkan oleh penerbit dan terpampang di toko-toko buku. Seperti Al-Islam Yuqarrir Huquq al-Islam, Hamka wa Manfaluthy Ittakhadza al-Adab Wasilatan li Islah al-Mujtama’, Problematika Pengajaran Bahasa Arab di IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan Peranan Wanita dalam Islam; Studi Tentang Wanita Karir dan Pendidikan Anak.
Buku-buku lainnya, semisal Metode Belajar Mengajar Bahasa Arab, Sastra Arab Jahili, Sastra Arab Islami, Sastra Arab Abbasi, Sastra Arab Kebangkitan, Sastra Arab Andalus dan Mamalik, Puisi Syauqi Mengenai Pendidikan Anak, Islam di Afrika Utara, Puisi Baktsir dan Pendidikan Bangsa, Paradigma Baru dalam Pembelajaran Bahasa Arab, Al-Ma’arry dan Puisinya, serta Basyar bin Burdin dan Puisinya.
Itu masih secuil dari karya-karyanya. Sebab buku-bukunya yang lain masih seabrek. Sebut saja misalnya; Mahfudhat Ma’had dan Pendidikan Akhlak, Maqamat al-Hariri, Nasihat Ibn Qutaibah pada Fanatisme, Puisi Madh Ali bin Jahm, Taushiyah Abu Hayan pada Para Pemimpin, Puisi Madh al-Buhturi, Keberanian dan Kejujuran Umar bin Munqidz, Pidato Mushtafa Kamil Bapak Kemerdekaan Mesir, seta Thaha Husain Reformasi Pendidikan Mesir.
Juga karya-karya lainnya; Psikologi Pendidikan Islam dan Kesehatan Mental Islami, Tokoh Pemikir dan Pembaharu dalam Islam, Tokoh Puisi-Prosa pada Masa Modern, Abu al-Qasim al-Syabi dan Puisinya; Telaah Psikologi Sosial, Puisi Syauqi dalam Patriotisme Mesir dan Kerukunan Umat Beragama, Pasang Surut Puisi dan Prosa Masa Kebangkitan, Peranan Ahmad Khan dalam Pembaharuan dan Pendidikan, Antara Jamaluddin al-Afghani dan Abdullah Nadim dalam Kebangsaan dan Kesusastraan, serta Puisi Syauqi dalam Pendidikan Beriman dan Bernegara.
Disamping aktif menulis buku, Prof. Dr. Hj. Juwairiyah Dahlan, MA juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Sejak tahun 1970 hingga 1977, dirinya aktif di Fatayat/Muslimat Jombang dan Wonocolo Surabaya. Dirinya juga pernah aktif ngisi ceramah di beberapa masjid di Jombang, Sidoarjo, Surabaya dan Yogyakarta.
Disamping itu dirinya juga bergabung dengan LSM FMPI (Forum Masyarakat Peduli Indonesia) sebagai Kasi Hubungan Luar Negeri. Forkemas (Forum Komunikasi Elemen Masyarakat Surabaya), Sevy Amira; Pusat Konsultasi para Perempuan/Anak Tertindas Surabaya, dan bergabung pula dengan JEN (Jaringan Epidemiologi Nasional) konsentrasi kesehatan reproduksi dan kesehatan mahasiswa, serta bergabung pula dengan UNIM (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto sebagai Pembantu Rektor III.
Pengalaman Riset + Penulisan Buku
Penyelesaian BA/S-1/S-2/S-3; telah dicetak/terbit
1) Al-Islam Yuqarrir Huquq al-Islam.
2) Hamka wa Manfaluthy Ittakhadza al-Adab Wasilatan li Islah al-Mujtama’.
3) Problematika pengajaran bahasa Arab di IAIN Sunan Ampel Surabaya.
4) Peranan Wanita dalam Islam (Studi Tentang Wanita Karir dan Pendidikan Anak).
Pelayanan masyarakat (ceramah agama) tiap bulan/minggu mengacu pada buku karya sendiri yang telah diterbitkan Jauhar Surabaya, 1999-2006, yaitu:
1) Pembinaan Mental dan Pedoman Hidup jilid I.
2) Pembinaan Mental dan Pedoman Hidup jilid II.
3) Kerukunan umat beragama di Propinsi Jatim pada semua Kepala Desa dan Aparat Desa Kecamatan Tegal Sari.
Pengembangan Ilmu/Tugas/buku:
Penerbit karya anda Surabaya, 1992: telah menerbitkan buku pedoman dengan judul:
1) Metode Belajar Mengajar Bahasa Arab.
Penerbit Sumbangsih, Yogyakarta, 1990-1999, buku yang diterbitkannya:
1) Sastra Arab Jahili.
2) Sastra Arab Islami.
3) Sastra Arab Abbasi.
Penerbit Alpha Surabaya, 2000-2004 dengan buku yang diterbitkan yaitu:
1) Sastra Arab Kebangkitan.
2) Sastra Arab Andalus dan Mamalik.
3) Rif’a’ah Rafi’ Thahtawi dan Nasionalisme Mesir.
4) Qasim Amin dan Reformis Mesir.
Penerbit Diantama Surabaya, 2000-2005. Buku yang telah diterbitkan yaitu:
1) Puisi Syauqi mengenai Pendidikan Anak.
2) Islam di Afrika Utara.
3) Puisi baktsir dan Pendidikan Bangsa.
4) Paradigma baru dalam pembelajaran bahasa Arab.
Penerbit Jauhar Surabaya, 2005-2006. buku yang telah diterbitkan yaitu:
1) Al-Ma’arry dan Puisinya
2) Basyar bin Burdin dan Puisinya.
3) Mahfudhat Ma’had dan Pendidikan Akhlak.
3) Maqamat al-Hariri
4) Nasihat Ibn Qutaibah pada Fanatisme.
5) Puisi Madh Ali bin Jahm
6) Taushiyah Abu Hayan pada Para Pemimpin.
7) Puisi madh al-Buhturi.
8) Keberanian dan Kejujuran Umar bin Munqidz.
9) Pidato Mushtafa Kamil Bapak Kemerdekaan Mesir.
10) Thaha Husain Reformasi Pendidikan Mesir.
Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Jauhar Surabaya, 2005-2006 (dalam pengembangan tugas /mengajar Pasca Sarjana):
1) Psikologi Pendidikan Islam dan Kesehatan Mental Islami jilid I & II.
2) Tokoh Pemikir dan Pembaharu dalam Islam, jilid I & II
3) Tokoh Puisi-Prosa pada Masa Modern.
4) Abu al-Qasim al-Syabi dan Puisinya, (Tela’ah Psikologi Sosial).
5) Puisi Syauqi dalam Patriotisme Mesir dan Kerukunan Umat Beragama.
6) Pasang surut Puisi dan Prosa Masa Kebangkitan.
7) Peranan Ahmad Khan dalam Pembaharuan dan Pendidikan.
8) Antara Jamaluddin al-Afghani dan Abdullah Nadim dalam Kebangsaan dan Kesusastraan.
9) Puisi Syauqi dalam Pendidikan Beriman dan Bernegara.
Makalah-makalah yang terbit dijurnal: Madania Fakultas Adab, 1998-2005, yaitu:
1) Syauqi Amir Syu’ara wa Syi’ruhu.
2) Ibnu Rumi wa Aristu (Dirasah Muqaranah).
3) Syi’ir Ibrahim wa tarbiyaht al-Athfal.
4) Bilal muadzdzin Rasulullah wa al-Jinsiyyah al-Islamiyah.
Makalah-makalah yang terbit dijurnal: Terakriditasi Akademika Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2003, yaitu:
1) Mahmud Sami al-Barudi si raja Pedang dan Pena.
Makalah-makalah yang terbit dijurnal: Terakriditasi Akademika Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya dari tahun 1998- 2004, yaitu:
2) Wanita Karir dalam Islam.
3) Busana Wanita Karir Muslimah.
4) Piagam Madinah Pemersatu Umat.
5) Perkawinan Rasulullah dan penghapus Perbudakan dalam Islam.
Makalah yang terbit di Majalah al-Amin, milik Jawa Pos 22-2003, yaitu:
1) Wanita sebagai Kepala Negara.
Pengalaman Kemasyarakatan yang rutin:
1. Berorganisasi dengan Fatayat/Muslimat Jombang & Wonocolo Surabaya sebagai penceramah agama/ ustadzah; 1970-177.
2. Ustadzah di Masjid Syuhada Yogyakarta, 1990-1996.
3. Ustadzah di Masjid Kauman Sekaru Kabuh Jombang, 1975-1999.
4. Ustadzah di Masjid al-Munawwar Mega Asri Sidoarjo Jatim.
5. Ustadzah di Masjid al-Ikhlas Dupak Legundi Surabaya.
6. Ustadzah di Masjid al-Huda Dupak Rukun Pasar Surabaya.
7. Ustadzah di Masjid al-Ikhlas Kompleks Jala Bumi Amca Candi Sidoarjo Jatim.
8. Bergabung dengan Partai/Organisasi Golkar, 1980-2005, sebagai KASI POKJA KEAGAMAAN.
9. Bergabung dengan LSM FMPI (Forum Masyarakat Peduli Indonesia sebagai Kasi Hubungan Luar Negeri).
10. Bergabung dengan Organisasi Forkemas (Forum Komunikasi Elemen Masyarakat Surabaya), sebagai Kasi Pemberdayaan Perempuan.
11. Bergabung dengan UNIM (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto dan masjidnya al-Kautsar, sebagai Pembantu Rektor III.
12. Bergabung dengan Sevy Amira – Pusat Konsultasi para Perempuan/Anak Tertindas Surabaya.
13. Bergabung dengan JEN (Jaringan Epidemiologi Nasional), konsentrasi kesehatan reproduksi dan kesehatan mahasiswa didukung dokter dan ilmuan ITS, IAIN, IDI, UNIBRA, UNESA, UNAIR dan BKKBN, bekerjasama dengan universitas-universitas Surabaya.
Pengalaman di Bidang Internasional:
1. Bergabung dengan tokoh dan Presiden Pakistan Zaul Haqq, dalam kunjungan dan Seminar Internasional di IAIN Surabaya, tahun 1978.
2. Bergabung Seminar dengan Rabithah ‘Alam Islami tahun 1979, pengusul sebagai pembicara dan sambutan atas nama mahasiswa IAIN Surabaya.
3. Mengikuti pendidikan “Worshop Education” diadakan oleh MC. Gill-Depag Indonesia –di Yogyakarta/Hotel Satria Nugraha, tahap 1, 6 bulan, 1996.
4. Bergabung dengan tokoh Hasan Langgulung Malaysia, dalam Seminar Internasional Pasca Sarjana IAIN Yogyakara tahun 1987.
5. Bergabung dengan tokoh Rif’at Hasan (India-Pakistan), dalam Seminar Internasional Pasca Sarjana IAIN Yogyakara tahun 1987.
6. Bergabung dengan tokoh Amerika asli Pakistan Fazlurrahman dalam Seminar Internasional Pasca Sarjana IAIN Yogyakarta tahun 1990.
7. Bergabung Seminar Internasional dengan UKM kerjasama Fakultas Ushuluddin IAIN Surabaya dengan UKM Malaysia, di Rektorat IAIN Surabaya pada 12-20 Mei 2006.
8. Bergabung Seminar Internasional dengan Australia, Jerman, Belanda, Indonesia dalam Seminar Kerukunan Umat Beragama dan Pluralisme, diadakan di IAIN di hotel satelit Surabaya, tahun 2004.
9. Bergabung Seminar dengan tokoh dan Rektor al-Azhar di Kantor Rektorat IAIN Sunan Ampel Surabaya, tahun 2000.
Penghargaan yang pernah diterima:
Lancana Karya Satya tahun, 10-12-2000.
Sumber : Ruangbening WordPress & Personal Blog CV